Dolar dan Obligasi AS Melaju, Emas Capai Terendah

Harga emas mencapai level terendah lebih dari satu minggu pada perdagangan Rabu (20/4/22), karena dolar yang lebih kuat dan kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS menggerus permintaan safe-haven emas. Pada pukul 11:50 WIB, harga emas di pasar spot di perdagangkan turun 0.35 persen menjadi USD1942.50 per troy ounce, setelah mencapai level terendah sejak 11 April di USD1940.25. Emas berjangka berada di USD1944.70 per troy ounce.

Dolar bertahan di dekat level tertinggi dua tahun, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Imbal hasil obligasi AS terus melonjak ke tertinggi multi-tahun karena investor bersiap untuk rencana kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS (The Fed) sebesar 50 basis poin (bps) guna mengendalikan inflasi yang melonjak. Suku bunga acuan AS diperkirakan naik pada bulan Mei dan Juni.

Presiden Fed St Louis James Bullard mengulangi pernyataannya untuk meningkatkan suku bunga acuan menjadi 3,5 persen pada akhir tahun guna mengendalikan inflasi yang melonjak.

Kenaikan suku bunga memudarkan kilau emas sebagai aset tanpa imbal hasil dan meningkatkan peluang kerugian memegang emas batangan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *